Muhibbin

The pain itself is enough to heal the wounded soul..

Globalisasi dan Tantangan Islamisasi Media

Kehidupan umat manusia telah mengalami kemajuan yang pesat sejak Revolusi Industri. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa kita dalam sebuah kehidupan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Salah satu yang mengalami perkembangan pesat adalah pada teknologi komunikasi yang menghubungkan umat manusia dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Gadget komunikasi seperti televisi dan internet telah meretas batas ruang dan waktu dalam penyediaan informasi.

Sejak pengoperasian satelit, sebuah peristiwa di satu belahan dunia dapat disaksikan di belahan dunia lain melalui siaran televisi. Hal-hal inilah yang dikemukakan oleh Anthony Giddens, seorang  sosiolog Inggris, sebagai awal dari globalisasi (Giddens, 1994).

Globalisasi dewasa ini sering didefinisikan sebagai keterbukaan pasar global. Kemajuan teknologi telah merancang keterbukaan pasar dimana akses terbuka lebar dan pemasaran terhadap produk dilakukan melalui media informasi secara global. Globalisasi juga ditandai dengan tersebarnya perusahaan multinasional di seluruh dunia. Globalisasi terkadang ditanggapi skeptis oleh banyak pihak karena dianggap sebagai gejala kapitalisasi global dimana globalisasi hanya menguntungkan pihak pemodal .

Bagaimanapun, globalisasi merupakan sebuah konsekuensi modernitas yang tidak dapat dihindari. Realita ini tidak hanya berimbas pada dimensi kehidupan ekonomi, tetapi juga berefek pada dimensi politik, teknologi dan budaya (Giddens, 2001).

Islam dan Globalisasi

Masyarakat Barat yang berperan besar dalam kemajuan teknologi dan penyediaan informasi, selain memasarkan produk-produk bernilai ekonomis, juga telah mempromosikan kebudayaaan mereka. Hal ini merupakan sebuah tantangan bagi terutama bagi umat Islam di belahan dunia. Secara tidak langsung, globalisasi telah menjadi pintu bagi westernisasi. Dengan menawarkan gaya hidup yang tidak sepenuhnya sesuai dengan norma-norma Islam, lifestyle yang ditawarkan seolah-olah merupakan corak hidup masyarakat modern yang ideal.

Perubahan gaya hidup umat Islam yang diawali dengan perubahan cara pandangnya yang cenderung western-minded dikhawatirkan mengikis nilai-nilai keislaman dalam kehidupan masyarakat muslim bahkan menghilangkan karakter masyarakat muslim dan secara bersamaan mengaburkan ajaran Islam itu sendiri.

Hal-hal yang dihadapi oleh umat Muslim ini haruslah ditanggapi dengan arif dan bijak. Melihat peluang yang ada pada era globalisasi seraya berusaha meminimalisir efek negatifnya, penting bagi kaum muslim untuk turut serta berperan aktif dalam globalisasi. Misi Islamisasi dapat diwujudkan dengan memanfaatkan kebebasan penyediaan informasi serta kemudahan aksesnya di era globalisasi.

Teknologi Sebagai Media Islamisasi

Saat ini uat Islam harus berperan aktif dalam globalisasi dengan menggunakan perkembangan teknologi sebagai media Islamisasi. Muslim dapat menjalankan misinya yang menitik beratkan pada nilai-nilai edukasi keislaman. Internet sebagai media yang cukup banyak diakses oleh masyarakat modern dapat dimanfaatkan oleh setiap muslim dalam mengampanyekan nilai-nilai keislaman. Setiap pengguna internet dapat melakukannya di jejaring sosial, blog, maupun website.

Media massa yang berorientasikan kepada keuntungan juga harus berorientasi pada nilai-nilai Islam yang mendidik, sehingga peran media sebagai pendidik masyarakat dapat terpenuhi.

Media cetak maupun online yang merupakan salah satu sumber informasi masyarakat juga diharapkan mampu menyediakan informasi yang mempromosikan nilai-nilai keislaman dalam pemberitaannya.

Televisi sebagai media yang paling diminati dan paling banyak dikonsumsi masyarakat, sangat berpengaruh dalam konstruksi pandangan dan perilaku masyarakat. Televisi telah berhasil menciptakan popularitas public figure sekaligus memopulerkan gaya hidupnya. Televisi yang selama ini telah menciptakan tren di tengah-tengah kehidupan masyarakat, merupakan peluang besar bagi realisasi misi Islamisasi.

Misi Islamisasi yang memanfaatkan kebebasan penyediaan informasi melalui media yang sarat edukasi dan sesuai dengan nilai-nilai Islam. Penayangan siaran-siaran yang mendidik serta mempopulerkan gaya hidup Islami dengan menciptakan image bahwa Islam menawarkan sebuah kehidupan masyarakat yang ideal, adalah sebuah cara menyiasati globalisasi melalui media yang mutlak harus dijalankan.

Selain sebagai media dakwah untuk mempromosikan Islam, sarana edukasi umat Islam dan  pencegahan pergeseran nilai-nilai keislaman. Penggunaan teknologi melalui media massa dapat mencegah distorsi pemahaman atas ajaran Islam. Hal yang paling penting dalam sebuah proses Islamisasi adalah sedapat mungkin meminimalisir pengaruh berbahaya dari modernitas seperti unsur-unsur hedonisme, materialisme serta konsumerisme dan berusaha menggantikannya dengan sebuah pandangan hidup Islam yang mengedepankan nilai-nilai moral dan etika Islam.

Dengan segala efek negatif yang bermunculan di era globalisasi, globalisasi juga menyediakan celah bagi umat dalam mewujudkan proses Islamisasi. Sebuah tantangan tersendiri bagi kita untuk tetap bersikap positif dalam menyikapi modernitas dan memanfaatkannya demi kemaslahatan umat.[]

artikel ini dimuat di: Harian Aceh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on April 8, 2012 by in Sosial Budaya and tagged , , .
%d bloggers like this: